ATASI SAMPAH PLASTIK DENGAN ECOBRICK

ATASI SAMPAH PLASTIK DENGAN ECOBRICK

Produksi sampah rumah tangga semakin hari semakin meningkat. Kurangnya tempat pembuangan dan pengolahan sampah menjadikan sampah berserakan di sembarang tempat. Menumpuknya sampah menjadikan lingkungan kotor, menyebabkan timbulnya penyakit, dan menjadi ancaman bagi kelestarian lingkungan hidup. Sampah menjadi masalah serius yang perlu segera ditangani dengan baik, termasuk di wilayah Desa Beji.

Dalam rangka meminimalisir sampah plastik khususnya, Pengurus PKK Dusun 1 Desa Beji mengadakan pelatihan pembuatan Ecobrick bagi Ketua RT, RW, DAWIS beserta Anggotanya di wilayah Dusun 1. Pelatihan diadakan pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 dimulai pukul 13.00 wib bertempat di Poliklinik Desa (PKD) Dusun 1. Diikuti oleh sekitar 60 orang peserta, kegiatan ini  bersamaan dengan agenda rutin pertemuan dua bulan sekali PKK Dusun 1 dengan biaya swadaya dari iuran RT. Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan Ibu-ibu dapat mengelola sampah plastik di rumah masing-masing dengan tidak mengubur dan membakarnya, namun dijadikan Ecobrick ini. "Ibu-ibu yang sudah mengikuti pelatihan agar menularkan ilmunya kepada warga di lingkungan sekitar rumah masing-masing, sehingga dapat membantu penanganan sampah plastik," demikiaan dikatakan oleh Fitri Sulisetyowati selaku Ketua PKK Dusun 1.

Narasumber berasal dari Serikat Perempuan Indonesia (SPI) yang memang selama ini konsen dengan penanggulangan sampah. Sebelum praktek pembuatan Ecobrick, terlebih dahulu dipaparkan tentang bahaya sampah dan cara-cara penanggulangannya. "Sampah plastik tidak dapat hancur selama bertahun-tahun jika ditimbun dalam tanah, dan akan menimbulkan polusi udara yang dapat memicu penyakit jika dibakar," demikian disampaikan oleh Tyas selaku narasumber dari SPI. Oleh karena itu dia sangat senang dengan langkah positif yang diambil oleh ibu-ibu PKK di Dusun 1 Desa Beji dengan mengadakan pelatihan ini. Peserta  menyambut baik kegiatan ini dan mengikuti pelatihan dengan semangat dan sungguh-sungguh. Mereka merasa pelatihan tidak cukup hanya satu kali saja untuk menjadi mahir dalam membuat Ecobrick. Salah seorang peserta Nur Amaliyah mengatakan bahwa senang mengikuti pelatihan ini. "Iya saya senang dengan kegiatan seperti ini, semoga bisa dilanjutkan di lain waktu," demikian usulnya.

Di sela-sela pelatihan juga ada sesi tanya jawab seputar sampah antara peserta dan narasumber. Juga sedikit dibagikan ilmu tentang pemanfaatan sampah plastik untuk dijadikan kerajinan dana barang berguna lainnya.

 

 


 

Related Posts

Komentar